Malang, 5 Maret 2008
Dadaku terasa meledak!
SESAK!!!
Antara kaget, shock, senang, bingung, rikuh, nervous,, semua campur jadi satu.
Hanya karena DIA.
Cukup dia saja yang membuatku seperti ini.
Beginikah rasanya dikhitbah?
Seandainya saja ini semua bener2 kenyataan,
andai saja ini semua bukan hanya sekedar gurauan…
Ahhh andai saja…
Tapi lagi2 aku tau diri. Aku ini bukan siapa2. aku masih harus lebih jauh melangkah untuk menggenggam semua harapan itu.
Harapan yang tak hanya sekedar di angan, tapi terwujud menjadi nyata.
Apalah artinya seorang Tiwi untuk seorang seperti dia?
Apalah artinya orang seperti aku di depan seorang yang punya banyak kelebihan?
Aku punya apa untuk aku tukar dengan milik dia?
Aku berani memberi jaminan apa untuk balasan yang begitu berharga?
Ahhh..aku memang tak pantas berharap banyak pada dia
Rasanya ingin aku menangis waktu aku sadar bahwa apa yang dia ucapkan malam itu hanya sekedar bercanda saja. Tidak ada maksud apa-apa.
Kalau saja bener-bener terjadi,,
Akan aku jawab: AKU MAU…
Ya, aku mau. Tapi tunggu aku lulus dulu.
Tapi sekali lagi: apakah dia mau?
Sekali lagi: apakah dia terlalu naif hingga harus memilih orang seperti aku?
Aku merasa semakin kerdil
Dengan semua keterbatasanku
Dengan semua ketidaktahuanku
Dengan semua kebodohanku
Aku hanya…..kecil.