kau hadir bersama hujan yang datang tiba-tiba
tanpa mendung,
tanpa guruh,
tanpa halilintar..
hadir begitu saja
ketika aku mulai menandus
perlahan rintikmu membasahi
menyemai tunas yang belum sempurna
menjadikan tak ada menjadi nyata
dan rintik itu terus menemani
menyuguhkan aroma tanah yang amat kusuka
kau selalu hadir bersama hujan yang datang tiba-tiba
kadang menjemput pagiku yang dingin
mengalirkan sejuk saat matahari membakar,
menemaniku menyambut senja yang lembayung
atau mengunjungi peraduanku saat gelap mulai membayang
kau selalu hadir dengan tiba-tiba
bersama hujan,
bersama tempias yang selalu kurindukan
karena hujan, selalu tentang kamu…
Lumajang, 28 Mei 2011
08:55
m.e.p



