Archive | February 2008

haPPy BiRthDay my loVely FIN….

Malang, 20 Februari 2008

Aku harus nulis ini sekarang karena besok belum tentu aku sempat nulis.
Biasalah, namanya juga orang sibuk. Heeeheee…

Besok ulang tahunnya Fian. HAPPY BIRTHDAY FIN…
Sebenernya pengen aku ketempatmu utk sekedar ngucapin kalimat itu. Sekian tahun aku selalu menunggu saat aku bisa menjabat tanganmu di hari ulang tahunmu. Tapi sampai detik ini aku tidak bisa. Bahkan hp mu sudah gak aktif lagi sekarang.
Kamu kemana, Fin? Meski aku bukan lagi orang spesial di hatimu tapi aku harap masih ada ruang kecil untuk namaku.

Aku memang bukan siapa-siapa buat hidup kamu, tapi kamu istimewa bagiku. Dan walaupun tidak sedikitpun kamu ingat aku, bahkan hari ulang tahunku pun kamu lupa, tapi aku tidak akan pernah lupa sama kamu. Gak akan pernah.

Aku masih disini, Fin, dengan cinta yang sama, dengan rindu yang sama, dengan rasa yang sama.

Beberapa hari yang lalu tiba-tiba aku ingat kamu. Rasanya kangeeeeen banget.
Aku KANGEN KAMU, FIN…

Kayaknya emang uda gak mungkin lagi cerita yang dulu itu bisa terjalin lagi. Rasanya tak ada lagi yang bisa membuat kita bisa memulai cerita yang pernah kita tinggalkan begitu saja, dulu.

Tapi ahhh biarlah. Biar semua menjadi kenangan yang tak terlukiskan. Biar semuanya menjadi mimpi indah malam-malam penantianku. Biarkan semuanya menjadi memori manis yang kan selalu menemaniku.

SELAMAT ULANG TAHUN, FIN…

Kamu akan tetap menjadi Fin ku yang dulu.
Kamu masih pelabuhan kecilku yang selalu aku rindukan setiap waktu.
Kamu masih kenangan terindah yang pernah aku miliki.

Walau kamu semakin jauh. Tapi kamu akan tetap disini, di ruang hati yang sama saat untuk pertama kalinya kamu datang di kehidupanku. S
EKALI LAGI SELAMAT ULANG TAHUN, PELABUHAN KECILKU.
Aku masih disini menunggumu….

WELCOME TO BIO 310

malang, 17 Feb. 2008
rasanya seperti gak mungkin aku bisa sampai di titik ini sekarang.
Awal semester genap selalu berhasil menyuguhkan kejutan yang tidak pernah terduga. Awal semester 4 kemarin aku dibuat terperangah dengan pencapaian Ipku 3,8. suatu hasil yang luar biasa bagi orang sepertiku.
Dan di awal semester 6 ini aku kembali dibuat terhenyak dengan tawaran menjadi asisten genetika. Sungguh jauh di luar dugaan. Aku sama sekali tidak pernah membayangkan akan menjadi bagian dari asisten di bio 310.
Dengan kemampuanku, dengan kapasitasku, dengan segala keterbatasanku, aku tidak pernah berani berangan-angan akan berada disana.
Dibandingkan dengan teman-teman yang lain, dibandingkan dengan asisten-asisten terdahulu, aku merasa kerdil. Tidak ada apa-apanya.
Apa pantas aku berharap bisa menjadi bagian dari mereka jika hanya untuk membuat medium saja aku tidak becus? Apa kata dunia?Jujur aku masih kaget dan kadang membuatku merasa tertekan dengan posisiku sekarang.
Semua orang menganggapku serba LEBIH, serba bisa. Padahal aku sama dengan mereka. Tak ubahnya dengan teman-teman yang lain, aku hanyalah mahasiswa biasa yang punya segala macam kekurangan dan ketidakbisaan.
Ketertekanan ini kadang membuatku tidak nyaman. Aku merasa menjadi sangat bodoh sekali. Tidak tahu apa-apa.
Terbersit pula rasa takut tidak mampu melaksanakan tugas-tugas ini dengan baik.
Takut tidak mampu menjaga amanah.
Ingin rasanya aku menanggalkan amanah itu.
Tapi apakah mungkin?

Demi beasiswa S2 ku, aku akan berusaha melaksanakan semua. Akan menjalankan dengan segala daya upayaku.
Aku tidak boleh menyerah. Akan aku anggap ini sebagai sarana untuk belajar lebih banyak lagi. Aku akan menjalaninya sebagai langkah awal untuk meretas kesuksesan masa depanku. Aminnn…
mohon doanya yahh…

……….

BUKAN UNTUK CINTA
Satu lagu mengalun dari speaker computer yang menyala. Layar monitornya sudah mati, tanda bahwa computer itu sudah tak disentuh beberapa saat lamanya. Jam di samping printer di atas meja menunjukkan pukul 1 lewat 5 menit. Sudah lewat tengah malam. Begitu sesak kondisi di kamar ukuran 3×3 meter itu. Terlihat penghuninya sedang larut dalam tidur. Seorang gadis. Tubuhnya meringkuk di antara kertas-kertas yang berserakan di atas tempat tidur. Nyenyak. Berulang-ulang lagu yang sama mengalun. Barangkali hanya ada satu lagu di play list winampnya. Perlahan tubuh gadis itu bergerak, menggeliat, matanya mengerjap, dan sejurus kemudian pandangannya tertuju pada computer yang masih menyala di samping tempat tidurnya. Tubuhnya digerakkan sebentar, kemudian ia bangkit dan segera duduk menghadap layar monitor. Untuk beberapa saat dia hanya memandangi monitor, jari-jarinya berada di atas keyboard tapi tak ada satupun tuts yang disentuh. Matanya menerawang, seolah menelusuri tiap sel komponen komputer yang sedang di hadapinya. Tangan kanannya bergerak pelan memegang mouse. Meng klik beberapa kali dan kemudian terbuka satu email yang cukup panjang.
Untuk: yang terindah dalam hidupku
Apa kabar cinta?Apa kabar mimpi?Apa kabar masa lalu?Apa kabar, Tita? Masih ingat aku? Aku dengar kamu sudah mulai mengajar di SMA sekarang. Selamat ya?! Minggu depan aku diwisuda. Bulan-bulan jenuh berkutat dengan skripsi akhirnya usai sudah. Sebelumnya terima kasih dan maaf untuk semua surat, sms, email, yang sudah kamu kirim tapi tidak pernah aku jawab. Tapi kenapa sudah lama tidak kabar darimu? Aku masih ingat, terakhir kamu kirim email waktu kamu akan maju ujian skripsi. Sudah lebih dari 1 tahun berlalu bukan?Beberapa minggu lalu aku pulang ke rumah, setelah sekian lama aku tidak pernah kembali ke tanah kelahiran kita. Dan kamu tahu apa yang terjadi saat aku di rumah? Aku makin ingat tentang semua kenangan kita dulu. Rasanya di setiap sudut kota aku selalu berhasil menemukan wajahmu disana. Kapan terakhir kamu pulang, Ta?Gadis yang ternyata bernama Tita itu kembali menerawang. Pikirannya jauh melayang ke kampung halamannya, sebuah kota kecil di lereng Gunung Semeru. Angannya mengembara menelusuri jejak masa lalu yang pernah terekam indah di salah satu sudut kota kecil itu. Sudah hampir satu tahun dia tidak pulang. Ia kangen rumah, tapi segera ditepisnya keinginan itu. Masih banyak pekerjaan disini. Beberapa menit terlewat, dan kini kembali pandangannya terfokus ke layar monitor. Aku kangen kamu, cinta. Ah, sudah lama rasanya aku tidak memanggilmu seperti itu. Ingin rasanya aku menemui kamu dan memelukmu seperti dulu. Menumpahkan semua kerinduan yang makin menyesaki rongga dadaku.Maafkan aku, Ta. Aku tidak pernah memberimu kabar, aku sudah membiarkanmu menunggu balasan dariku begitu lama. Tapi aku tidak melupakanmu, seperti yang kamu katakan di email terakhirmu. Aku masih dan akan selalu ingat kamu. Sampai kapanpun. Mata gadis itu mulai berkaca-kaca. Bahkan hampir tumpah. Dengan sigap diraihnya selembar tissue untuk menyeka beberapa butir air mata yang berhasil lolos.Hanya satu yang ingin aku katakan sama kamu, AKU MASIH SAYANG KAMU, TA. Aku menyesal pernah membiarkanmu menunggu. Aku menyesal sudah membuatmu merasa sendiri dengan penantian atas jawabanku ini. Aku berjanji akan menebus semua kesalahanku dan tidak akan pernah lagi membuatmu menunggu. Aku akan membuatmu bahagia. Itu janjiku.Setelah wisuda aku akan pulang. Mungkin hanya sebentar aku di rumah, karena aku harus segera ke Jakarta. Aku dapat panggilan kerja disana. Saat pulang nanti, aku akan ke rumahmu menemui kedua orang tuamu. Aku akan melamarmu, Ta. Kamu masih bersedia untuk menerimaku kan? Aku akan mewujudkan mimpi kita berdua. Aku harap kamu juga ada di sana saat aku melamarmu nanti. Sekali lagi maafkan aku.
Dari orang yang tak pernah berhenti mencintaimuFin.Wajah gadis itu memerah, dan pipinya telah basah oleh air mata. Berlembar-lembar tissue sudah dihabiskan, tapi bekas air mata masih saja tersisa. Matanya yang masih tergenang air mata tampak begitu kuyu. Gurat kesedihan dan kekecewaan tampak nyata terlihat. Tangan kanannya bergerak cepat menggoyang-goyangkan mouse dan sejurus kemudian jari-jarinya asik menari di atas keyboard. Dengan mata masih berkaca-kaca ia menulis sebuah balasan email.
untuk pelabuhan kecilku.
Akhirnya kamu muncul juga, Fin. 5 tahun sudah berlalu, dan baru kali ini aku mendapat kabarmu sekaligus jawaban atas semua tanya yang selalu menemani malam-malamku. Sama seperti yang kamu rasakan, tiap sudut kota kelahiran kita selalu terisi wajahmu, terutama tatapan matamu, yang sampai kapanpun tidak akan pernah terlupakan. Selamat, akhirnya sebentar lagi kamu akan mengenakan toga. Perjuangan anak teknik berakhir sudah, bukan begitu? Tapi maaf, aku tidak bisa pulang. Masih banyak pekerjaanku disini. Jujur aku sangat kaget dengan semua ini. Kabar pertamamu semenjak 5 tahun lalu sekaligus keinginanmu untuk segera melamarku. Semuanya terasa begitu tiba-tiba. Tapi kenapa baru sekarang kamu datang dan membawa jawaban yang selama ini aku nantikan itu?Kenapa dulu kamu tidak pernah memberiku kepastian itu, Fin? Kenapa kamu membiarkanku terus menunggu dan terluka dengan semua penantian itu?
Sebentar gadis itu menghela napas panjang. Telunjuknya mengetuk-ngetuk meja. Hampir 5 menit berlalu dan belum ada kalimat baru yang ia ketik. Sepuluh menit sudah terlewat dan jari-jarinya masih belum menyentuh tuts keyboard. Dibiarkan pikirannya mengais kembali kenangan 5 tahun silam, saat sebuah cerita tentang penantian baru saja dimulai. Dan penantian yang begitu panjang itu kini berakhir sudah. Orang yang ditunggunya sudah muncul, membawa jawaban sekaligus kejutan yang tidak pernah terduga. Ia masih saja terdiam. Akankah lamaran itu diterimanya? Ia akui rasa sayang itu memang masih ada, bahkan tidak akan pernah hilang. Sekarang dia hanya perlu menjawab “iya” dan semua impiannya akan terwujud. Tapi akankah segala jenuh, luka, tangis dan semua kecewa selama 5 tahun itu dapat terhapus begitu saja hanya karena sebuah email? Tita kembali merenung.Hampir setengah jam berlalu dan kini jari-jarinya mulai menari di atas keyboard. Kali ini lebih pelan. Air matanya kembali menetes. Pandangannya mulai mengabur, tapi ia tetap berusaha melanjutkan kalimatnya.Maaf Fin, Pintu hati yang dulu terbuka lebar untukmu, kini tertutup sudah. Penantian yang begitu panjang membuatku putus asa. Aku tidak bisa menunggumu terlalu lama. Apa kau bisa bayangkan bagaimana rasanya menunggu begitu lama untuk satu hal yang tidak pasti? Kalau saja selama ini aku tau bahwa masih ada cintamu untukku, aku tidak akan pernah membuka hatiku untuk orang lain. Aku akan tetap menunggumu. Tapi kini, sudah ada hati lain yang menjagaku. Walaupun aku belum bisa mencintainya seperti apa yang pernah aku berikan buatmu tapi aku akan mengabdikan hidupku untuk dia. Aku telah memilih dia untuk menjadi pendamping hidupku.Simpan saja mimpi kita berdua, Fin, karena hanya dalam mimpi kita berdua dapat bersatu. Maafkan aku pelabuhan kecilku, perahu cintaku tak mampu lebih lama menunggu. Dari sebuah cinta yang telah lama kandas Tita. Dibacanya kembali balasan email itu. Sesaat ia ragu, tapi sekian detik kemudian ia memantapkan hati. Dikliknya send. Air matanya semakin membanjir tak terbendung lagi. Tanpa mematikan computer, kembali ia merebahkan tubuh di atas tempat tidur. Pundaknya bergerak naik turun. Ia tergugu.Masih lagu yang sama mengalun dari speaker di bawah meja. Rupanya hanya lagu itu yang tersedia di play list winampnya. Sebuah lagu milik PADI“sepenuhnya aku ingin memelukmu, mendekap penuh harapan tuk mencintaimusetulusnya aku akan terus menunggu,menanti sebuah jawaban tuk memilikimu..
”Maafkan aku Fin, aku terlalu lelah menunggu”.
Malang, tengah malam 25 Agustus 2007

miMpi….

aku nggak pernah nyangka, nggak pernah berkhayal, bahkan gak berani utk skedar bermimpi. tdi pagi, pagiiii bget skitaran jam 7 de, mo masuk kul mikro, di parkiran g sngja akuw liat sosok yg mirriiiiiiip bgt sama mas Lindra. bneran ntu mz Lindra? smpet kpikiran,, halahhh mana mgkn bliau bs nyasar dsini lg?
akhirnya akuw jln k gdung O5, dan……
Oh my God…
trnyta itu bneran mz lindra. SHOCK!!!!
gk pernah kbayang bs ktemu lg smpe sdekat itu. di malang pula. di biologi bahkan. rasanya sprti mimpi.
aku salaman trus smbl jln k jurusan tnya kok bsa2nya ada dsni lagi?
trnyt eh trnyt,, bliau dpt beasswa kul lg.
pengennya se pngen ngbrol2 lg. tp uda jam 7 non, ud waktunya masuk klas. yahhhh trpaksa udahan de ngobrolnya.
tapi, HUAHHHHHHHHHH…. rasanya g bsa dprcaya. masih kayak mmpi.
tp apa bliau kul di BIO ato di PPS dakuw blom tau. mga2 ajah kul di bio. amiiiiinnnn…
aku jd pnya smngat lagiy skrg. coz orang yg dlu jd inspirasiku buat kul di biologi skrg ada di dpn mata ku lg.
jd g sabar pngen pagi lg. kli bs ktemu mz lindra lagi. bisa ngbrol lg. tnya2 lg.
wuahhhhhhh….mz LINDRA,, gak bisa diungkapin dg kata2 gmn rasa senengku ktemu sama mas lagi.
SENENG>>>…..

kEseMpataN besaR

tau gak sih loe
kemarin, hari kamis 31 Januari 2008, aku ditelpon ama dosenku, diminta utk bantu2 di lab jd asisten..
mau tau asisten apa?
GENETIKA bo’….
sumpah, rasanya kayak mimpi. aku gak pernah berani ngebayangin, apalgi bermimpi bisa jd bgian asisten2 genetika yg agung…
bener2 seperti mimpi
sebenarnya jd ass genetika tu bueraaaat banget. bayangin aja kerjaannya tuh seminggu full. mulai senin mpe minggu, n g knal waktu mlai siang mpe malem.
sempet kepikir utk mengundurkan diri aja,, tapi….. setelah ku pkir2 lagi kesempatan emas kayak gini blom tntu bs dtg utk kdua kalinya.
sapa tau jg, ini adalah salah satu jln buat beasiswa S2 ku ntar. amiiiiiinnn…….
ahhh..apapun yang akan trjd nanti: nyedot lalat, bkin medium, de el el.. dijabanin aja lah. toh, gak ada yg gampang kan utk meraih ssuatu yg istimewa?
HIDUP PERJUANGAN!!!