Archive | March 2008

DIA TELAH PERGI

kiranya dia pergi senja ini
meninggalkan segores luka
memerah,
berdarah

kiranya dia pergi senja ini
menorehkan segumpal malam yang pekat
aroma duka menyeruak
tinggal sunyi,
misteri

kiranya dia pergi senja ini
ketika kelopakku mulai layu
terderak angin patah
gugur,
menyatu dalam bisu

kiranya dia pergi senja ini
dan rembulan tak nampak
segalanya tenggelam bersama mimpi
bersama penat,
lelah kembara panjang hari ini

dalam Penantian

menunggu adalah hal yang paing menjemukan plus membosankan.
seandainya bisa memilih, aku gak akan pernah mau memilih pekerjaan yang satu itu.
tapi saat ini, hanya itu yang bisa aku lakukan.
menunggu jawaban demi sebuah kepastian yang akan menentukan kemana arah langkah selanjutnya.
tapi semakin detik itu berlalu menjadi menit.
dan menit mulai berlalu berganti jam
hingga jam menapaki pergantian hari,
menunggu itu masih menjadi bagian dari hidupku.
bahkan sampai detik ini!

entah harus berapa lama lagi aku menunggu jawaban itu.
atau mungkin benar apa kata sahabatku tadi malam: pasrahkan saja. toh, posisi ini sama-sama sulit, antara menunggu dengan membuat keputusan.

yahh,,
aku hanya bisa pasrah saja sekarang
dijawab Alhamdulillah
gak dijawab, mungkin dia menunggu kesempatan yang tepat untuk memberikan jawabannya.

ah,
menunggu memang tak pernah menyuguhkan kepastian untukku…

Allah masih peduli padaku…

ketika sakit itu datang bertubi,
aku mengeluh.
aku capek dengan rasa sakit yang selalu berganti.
tapi aku bersyukur,
karena sesungguhnya Allah masih peduli.

rasa sakit itu..
mengajariku ikhlas,
mengajariku sabar,
mengajariku untuk selalu ingat,
bahwa Allah masih peduli padaku…

MATAHARI ITU

matahari itu terbit tadi pagi
menyapa kelopak mawarku
menguapkan embun yang membening,
membawanya pergi…

matahari itu terbit tadi pagi
mengusap lembut kuncupku
mengiringi mekarnya,
menebar wangi…

matahari itu terbit tadi pagi
dengan sinarnya yang lembut
menghapus luka, luruh kelopak tadi malam
menghangatkan…

matahari itu terbit tadi pagi
dan akan terus ku biarkan terbit esok hari,
lusa,
selamanya….

“untuk matahari yang terbit tadi pagi”

terima kasih semuanya

aku bener2 gak nyangka kalo postingan PINANGAN ITU MELULUHLANTAKKU dan LAKI-LAKI YANG BAIK ADALAH UNTUK WANITA YANG BAIK menuai berbagai macam pertanyaan.

salah satu pertanyaan yang selalu muncul adalah:
“jadi kamu beneran serius tah?”
“aku pikir selama ini kamu cuma main2?”
aku gak bisa jawab apapun.
tulisan itu sudah bercerita tentang semuanya.
tulisan itu menggambarkan apa yang selama ini membuatku gelisah,
membuatku selalu berpikir dan introspeksi diri.

ada lagi tanggapan:
“berani banget nyebut nama orang yang bersangkutan di postingan itu?”
dan aku cuma bisa bilang: aku hanya pengen semua orang tau bahwa setiap orang berhak memiliki impian.
aku ingin semua mengerti bahwa aku juga berhak mmiliki rasa itu.

maaf utk nama yang disebut di postingan itu.
sekali lagi maaf.
aku cuma pengen nama itu selalu ada dalam memori hatiku.

utk semua yang udah meluangkan sedikit waktu utk membaca blogku, tengkyuuuu banget. terima kasih utk perhatiannya, masukannya, nasehatnya, semuanya…

aku cuma bisa bilang: aku cukup tau diri utk berharap bisa memiliki dia.
kalau memang hanya cukup sebatas ini, tidak apa.
paling tidak aku sudah pernah memiliki impian yang membuatku selalu berusaha utk menjadi lebih baik.

tapi kalau memang dia adalah jodoh yang Allah pilihkan buatku,
semoga dia adalah anugerah yang terbaik dan terindah yang pernah aku miliki….

diTembaK

aku mulai basa basi untuk mendapatkanmu
susah payah aku dengarkan detak jantungku
rasakan tiap tarikan nafasku
biasakan masuk ke suara jiwaku
tapi aku masih malu tuk bilang,
I LOVE U

Wahhhh rasanya kaget banget waktu terima sms itu. Sms dari orang yang gak ku kenal yg tiba2 nembak aku. Serasa jadi artis de… hahahahaha
Kira2 siapa ya orang itu? Kok kurang kerjaan buang2 sms utk bcarain hal yang gak penting.
Seandainya aja yang kirim sms itu orang yang aku harapkan, uhhh..pasti seneng.
Tapi, itu masih seandainya..
Rasanya gak mungkin banget orang yang aku harapkan bakal bilang seperti itu. Mimpi kali yeee….
Hehehehe…

RiNdU

pun rindu itu memasungku disini
menelanjangiku…
dan biarkanku membisu dalam ketakberdayaanku

tak lepas ku genggam erat
cinta yang menghangatkan
cinta yang mendamaikan
cinta yang melahirkan kerinduan-kerinduan

entah telah berapa ribu malam kulewatkan tanpa berdua denganmu
ya…hanya berdua saja
hanya aku dan Kau
dalam renda malam yang hampir menyapa fajar

dan kini ku makin membeku,
dalam kepungan rindu
menantikan malam-malam penuh cinta
seakan begitu dekat
seakan tak pernah ada jarak,
antara aku dan Kau