Archive | April 2008

AKU BISA GILA….

Aku bisa gila kalo terus seperti ini?
I NEED UR HELP…!!!!

Advertisements

TErima KAsih RILA

Rentang waktu
terkadang membuat kita lupa
bahwa kita semakin dewasa
Rentang waktu
terkadang membuat kita lupa
bahwa kita telah melanggar titah Yang Kuasa
Rentang waktu
terkadang membuat kita sadar
bahwa kita hanya manusia
yang tak punya apa-apa
selain jasad tak berguna
Rentang waktu
terkadang membuat kita sadar
bahwa Tuhan tidak melihat harta dan rupa
melainkan hati yang ada di dalam dada
Rentang waktu
semoga tak melalaikan kita
tuk terus berjalan di jalanNya

itu puisi sekaligus nasehat dari seorang sahabat tersayangku tadi malam.
sebuah nasehat yang membuatku sadar bahwa jatah usiaku makin berkurang hari demi hari. sementara diri ini masih belum mampu menata hati.
sebuah nasehat yang mengingatkanku bahwa kehidupan yang sesungguhnya telah terbentang nyata di depanku. kehidupan yang harus aku hadapi sendiri, harus aku jalani sendiri, harus aku renda dengan keputusan-keputusanku sendiri.

21 tahun sudah aku ada di sini.
di dunia yang penuh dengan ketidakpastian.
di dunia yang penuh dengan keabsurdan.
di dunia yang penuh dengan kemungkinan-kemungkinan.

21 tahun sudah aku menapaki hari-hari yang tak pernah aku tahu dimanakah ujungnya?

tangga ke 21 kali ini adalah tangga paling berkesan dalam sejarah panjang perjalanan hidupku.
di sini,
saat ini,
aku semakin menyadari betapa kerdilnya aku,
betapa kecilnya aku
dan betapa tak berharganya aku.
bergelimang dosa,
tenggelam dalam kemaksiatan.

di sini,
saat ini,
tengah aku mencoba menapaki kembali jurang yang memerangkapku.
tak ada pilihan lain selain berusaha mendaki dan terus mendaki.
meski lelah dan gelisah selalu datang menghadang, aku mencoba untuk tak peduli.
niat dan Azzam itu kutanamkan kuat-kuat dalam hati,
ku genggam erat-erat.
aku tak ingin semuanya terhempas ketika angin mencoba menerbangkannya.

satu tahun telah berlalu sejak tangga ke 20 aku tapaki untuk pertama kalinya.
satu tahun yang telah mengajarkanku banyak hal.
tentang betapa sulitnya menjaga hati, tentang betapa sulitnya menjaga prinsip, tentang betapa sulitnya menahan godaan yang datang silih berganti.

dan aku tidak lulus dalam ujian ini.
AKU GAGAL.
dan menyisakan kecewa yang tak pernah padam.

Ya RAbb…
tak ada pilihan lain kecuali memohon pertolonganMu
genggamlah hatiku agar tetap teguh di jalan pilihan ini
jalan yang tak pernah ku putuskan harap mampu membuatku dekat denganMu
jalan yang tak pernah ku redakan asa mampu mengubahku menjadi lebih baik
jalan yang tak pernah ku hentikan doa mampu menjagaku selalu dalam RidhaMu

penyesalan ini tak akan pernah ku biarkan berlarut.
demi masa depan,
demi cita-cita,
dan demi separuh agamaku nantinya.

segala puji bagiMu ya Rabbi
untuk hidayah yang masih Engkau sisakan untukku
di tengah keterpurukanku
di tengah masa kritis yang hampir membuatku melangkah lebih jauh dari jalanMu

lewat hembusan angin malam
lewat gurat senja memerah di ufuk barat
lewat terik matahari di siang
lewat hangat fajar di pagi
lewat embun yang membasahi
Engkau berikan hidayahMu
menyirami hatiku yang semakin gersang
menyelamatkan jiwaku dari kematian

Rabb…
tak ada yang mampu aku lakukan
hanya tersungkur bersujud
memohon maaf
atas segala khilaf
semoga masih ada pintu taubat
terbuka
akan ku masuki
demi cintaMu
demi RidhaMU…

terima kasih rila.
terima kasih sahabatku untuk nasehat yang begitu berharga.
kado terindah yang pernah aku miliki adalah masih menjadi bagian dari hidupmu
di usiaku yang sudah 21.
terima kasih.
tidak ada anugerah terindah yang pernah aku terima dalam hidupku melainkan pernah mengenalmu, menyayangimu dan mencintaimu serta menjadikanmu bagian dari hari-hari istimewaku.
persahabatan kita adalah celupan warna warni terindah dalam pelangi kehidupanku.
luv u….

untuk kejenuhan dan kebosanan yang hampir selalu mengisi tiap lembar hariku…

Aku jenuh dengan pagi yang selalu membangunkanku dengan air mata
Aku jengah dengan senja yang tak pernah lagi membuatku terpesona
Aku bosan dengan malam yang tak pernah membiarkanku tertidur pulas
Slalu ada tanya di setiap detik yang terlewati,
”tak bolehkah jika aku ingin hidup untuk diriku sendiri?”
ingin aku menyapa matahari dengan senyumku
ingin aku melukis guratan senja yang memerah dengan penaku
ingin aku bercengkrama dengan dinginnya malam di atas ranjangku
tapi waktu tak pernah menyisakan detiknya untukku berhenti
lalu untuk apa sebenarnya aku disini??
Untuk siapa aku berlari (hingga tak pernah terhenti)?
Sementara JIWAKU tak lagi bersamaku, entah dimana…..

”tentang sebuah idealisme yang tak pernah lunas terbayar”

Aku ingin hidup tidak hanya untuk kuliah, belajar dan buku.
Aku ingin menentukan arah hidupku sendiri layaknya orang lain.
Tapi mengapa aku tidak pernah bisa??
Aku ingin ikut teater lagi, ingin bisa nari lagi, pramuka lagi, camping lagi.
Tapi kenapa sekarang seolah aku terperangkap di dalam diktat kuliahku saja?
Aku tau aku tidak mungkin bisa mengorbankan kuliahku untuk kegiatan2 di luar itu, tapi aku juga tidak bisa kalau terus menerus seperti ini.
Setiap hari aku selalu disibukkan dengan buku2 dan diktat2, juga laporan2 yang sering membuatku mual.
Orang bilang, mahasiswa itu harus aktif di luar kampus. Tapi apa aku bisa melakukan kegiatan di luar sementara kuliah saja sudah membuatku terkapar. I
ngin aku merasakan senengnya nongkrong2 sambil diskusi tentang teater, tentang musik ato yang lain.
Tapi aku tidak pernah punya kesempatan untuk melakukan itu.
Kemarin aku baca pamflet di papan pengumuman, ada acara diklat UKMP. Siapa yang tidak mau ikut kegiatan semacam itu? Aku juga mau. Sangat mau, malah. Tapi apa yang terjadi?
Kegiatan UKMP itu bentrok dengan acara PPLM, dan KKLq. SEBBBBBBEEELLLL!!!!
Rasa2nya otakku sudah tidak bisa memikirkan yang lain selain biologi, biologi, dan biologi.
Muak aku dengan semua rutinitas ini.
Tapi aku bisa apa? Aku tidak mungkin menelantarkan kuliahku.
Mau tidak mau, suka tidak suka, aku harus menjalaninya meskipun aku harus mengorbankan idealismeku sendiri.
Aku rindu teriakan CHAOS!!!!!!!!!
Aku rindu berteriak A…B….C…D…E…F…..!!!!
aku rindu semuanya.
Duniaku sudah tidak lagi berwarna seperti dulu.
Aku adalah robot laporan, praktikum, presentasi, dan diktat kuliah.
Haruskah aku terus seperti ini?