kebakaran

mobil PMK

siang hari yang sangat terik, macet, panas, haus, laper. untung angkot gak lagi penuh, jadi bisa sedikit bernafas lega. paling enggak masih ada banyak ruang untuk nyelonjorin kaki yang pegel2 baru jalan jauh….
Alhamdulillah…

di depan ku ada 2 cowok ingusan pake seragam SMP, di samping kananku ibu guru berbaju batik merah yang tadi aku liat keluar dari sekolah yang sama denganku.
sepintas aku melihat kedua tanganku yang semakin kasar saja,,ditambah lagi barusan nyuci cawan petri. makin gak enak diliat! aku jadi inget lagi gimana tadi, beberapa menit yang lalu, mulutku gak brenti ngrapal Ayat Kursi gara2 aku harus terjebak dalam situasi: di belakang lab BIologi, sepi, nyuci cawan petri yang kotornya minta ampun, sendirian pula. komplit. mana tempatnya syereem banget. hiiihh… bulu kudukku jadi berdiri lagi. untung saja semua kejadian itu sudah berlalu, n gak terjadi apa2. slamet…slamet….
tengah asiknya aku melamunkan tanganku yang tidak pernah terlihat cantik, suara sirine meraung-raung memecah keramaian perempatan jalan. ada apa gerangan..? mobil pemadam kebakaran warna merah tiba-tiba muncul di belakang angkot yang aku tumpangi. di atas mobil itu, ada seorang petugas yang dengan gagah berani berdiri sambil mengacungkan tangannya ke depan, memberi tanda bahwa laju mobil itu adalah lurus, tidak belok ke kanan, ke kiri, atau balik lagi ke belakang. mataku gak bisa berkedip memperhatikan bapak itu, entah apa yang sedang dipikirkannya. aku tidak yakin beliau masih berpikir tentang keselamatan dirinya sendiri. mungkin yang ada dalam otaknya hanyalah bagaimana caranya sampai di TKP secepatnya biar gak banyak korban yang jatuh. denyut jalanan di perempatan itu seketika mati waktu 6 mobil PMK lewat susul menyusul. sirine masih saja meraung-raung membuat hatiku semakin miris.
ahhh…di tengah kondisi yang serba sulit, semua serba mahal, masih ada saja orang yang harus menanggung penderitaan kehilangan harta benda karna kebakaran. hidup itu ternyata memang tak mudah. otakku tak sanggup membayangkan himpitan kesulitan ekonomi yang harus dialami korban-korban kebakaran itu. harga bahan pokok naik, BBm sulit didapat, hilang juga harta benda dilalap api. sungguh tragis.
tapi, entah dimanapun mereka berada, aku yakin mereka adalah orang-orang hebat pilihan Tuhan yang paling sanggup menerima cobaan berat. karna gak mungkin Tuhan mendatangkan cobaan untuk orang2 yang tidak sanggup memikulnya.

tidak perlu kau timpakan musibah itu kepadaku Ya Rabbi, kalau hanya ingin membuatku tahu bahwa anugrahMu adalah segalanya.
cukuplah apa yang kumiliki saat ini, untuk ku syukuri sebagai rasa cintaMu kepadaku…

One thought on “kebakaran

  1. kamu menuliskan bahwa beberapa anak SMP yang disekeliling kamu dngan predikat “ingusan”, sementara kamu memaparkan bagaimana mulut kamu berkomat-kamit mengucapkan do’a untuk menemani kamu saat merasa ketakutan sewaktu sendirian si blakang laboratorium sekolah kamu.
    dan ada beberapa bagian lagi pada tulisan kamu yang boleh kamu camkan bahwa kamu nggak perlu mengungkapkan kenegativan pandangan kamu terhadap golongan diluar diri kamu pada saat kamu adalah tidak lebih unggul dari kengativan yang kamu sudutkan tersebut.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s