AKU dan PAGI

kenapa embun identik dengan pagi?Keheningan menghampiriku,
menusuk sgala tiba
kebencian kini tiba
cahya mentari rubah sgala luka hati
kini ku terlahir kembali,
dalam hidup untuk berjuang
aku hidup lagi
sgala yang tiba akan datang
menjelaskan setiap detik yang berlalu dalam paradoks hidupku
ditingkah embun yang turun
aku tersadar untuk tak beku
tak biarkan pagi merampas mimpi
tengadah saja,
menyaksikan mentari yang perlahan naik,
semua akan pasti

malang, 4 nopember 2008

with my little brother: jangan pernah berhenti bersajak, meski kadang hidup tak seindah sajak yang kita buat..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s