Archive | February 2009

Penyakit yang Disebabkan oleh Jamur

Jamur merupakan salah satu mikroorganisme penyebab penyakit pada manusia. Penyakit yang disebabkan jamur pada manusia disebut mikosis, yaitu mikosis superficial dan mikosis sistemik. Mikosis superfisial merupakan mikosis yang menyerang kulit, kuku, dan rambut terutama disebabkan oleh 3 genera jamur, yaitu Trichophyton, Microsporum, dan Epidermophyton. Sedangkan mikosis sistemik merupakan mikosis yang menyerang alat-alat dalam, seperti jaringan sub-cutan, paru-paru, ginjal, jantung, mukosa mulut, usus, dan vagina.

Beberapa jenis mikosis superfisial antara lain sebagai berikut.
Tinea capitis
Merupakan infeksi jamur yang menyerang stratum corneum kulit kepala dan rambut kepala, yang disebabkan oleh jamur Mycrosporum dan Trichophyton. Gejalnya adalah rambut yang terkena tampak kusam, mudah patah dan tinggal rambut yang pendek-pendek pada daerah yang botak. Pada infeksi yang berat dapat menyebabkan edematous dan bernanah.

Tinea favosa
Merupakan infeksi pada kulit kepala, kulit badan yang tidak berambut dan kuku. Penyebabnya adalah Trichophyton schoenleinii. Gejalnya berupa bintik-bintik putih pada kulit kepala kemudian membesar membentuk kerak yang berwarna kuning kotor. Kerak ini sangat lengket daln bila diangkat akan meninggalkan luka basah atau bernanah.

Tinea barbae
Merupakan infeksi jamur yang menyerang daerah yang berjanggut dan kulit leher, rambut dan folikel rambut. Penyebabnya adalah Trichophyton mentagrophytes, Trichophyton violaceum, Microsporum cranis.

Dermatophytosis (Tinea pedis, Athele foot)
Merupakan infeksi jamur superfisial yang kronis mengenai kulit terutama kulit di sela-sela jari kaki. Dalam kondisi berat dapat bernanah. Penyebabnya adalah Trichophyton sp.

Tinea cruris
Merupakan infeksi mikosis superfisial yang mengenai paha bagian atas sebelah dalam. Pada kasus yang berat dapat pula mengenai kulit sekitarnya. Penyebabnya adalah Epidermophyton floccosum atau Trichophyton sp.

Tinea versicolor (panu)
Merupakan mikosis superfisial dengan gejala berupa bercak putih kekuning-kuningan disertai rasa gatal, biasanya pada kulit dada, bahu punggung, axilla, leher dan perut bagian atas. Penyebabnya adalah Malassezia furtur.

malassezia furfur

malassezia furfur


Continue reading

Advertisements

Penyakit yang Disebabkan oleh Bakteri

Tanpa pernah kita sadari, hidup kita sehari-hari tidak pernah luput dari incaran mikroorganisme yang tidak terlihat oleh mata telanjang. Mikroorganisme tersebut berseliweran di dekat kita. Beberapa jenis tidak berbahaya, namun beberapa jenis yang lain dapat mengancam kesehatan jika masuk ke dalam tubuh kita. Berikut adalah macam-macam bakteri yang dapat menimbulkan penyakit, antara lain:
Pseudomonas aeruginosa (Pseudomonas pyocyaneus)
Bakteri ini dapat masuk ke jaringan tubuh dan menimbulkan gejala penyakit, seperti infeksi traktus urinarius, infeksi jaringan paru, infeksi kornea. Biasanya infeksi tersebut menimpa penderita diabetes mellitus atau pecandu narkoba. Upaya pencegahan yang paling baik adalah menjaga daya tahan tubuh tetap tinggi dan pada penularan pasien yang dirawat di rumah sakit dapat dilakukan dengan cara kerja yang steril.

Vibrio cholerae
Bakteri ini menyebabkan penyakit cholera asiatica. Gejala penyakit yang ditimbulkan ini berupa nausea, muntah, diare, dan kejang perut. Keadaan ini dapat menyebabkan kejang kematian dalam beberapa jam sampai beberapa hari dari permulaan sakit. Cara penularan melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi bakteri ini. Pengobatan dapat dilakukan dengan mengganti cairan dan elektrolit yang hilang, sedangkan pencegahan dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan makanan dan minuman serta perbaikan sanitasi lingkungan.

Vibrio El Tor
Sifat bakteri ini sama dengan Vibrio cholera.
Spirillium minus (Treponema sodoku)
Bakteri ini menyebabkan penyakit rat-bite-fever (demam karena gigitan tikus), dengan gejala berupa demam yang mendadak, sakit otot, ruam kemerahan pada kulit, sakit kepala, nausea, dan radang kelenjar getah bening regional. pencegahan dilakukan dengan peningkatan sanitasi lingkungan terutama kebersihan rumah sehingga tidak ada tikus.

Escherichia coli
Bakteri ini dapat menyebabkan terjadinya epidemic penyakit-penyakit saluran pencernaan makanan, seperti kolera, tipus, disentri, diare, dan penyakit cacing. bibit penyakit ini berasal dari feses manusia yang menderita penyakit-penyakit tersebut. indicator yang menunjukkan bahwa air rumah tangga sudah dikotori feses adalah dengan adanya E.coli dalam air tersebut, karena dalam feses manusia baik sakit maupun sehat terdapat bakteri ini.

bakteri E.coli

bakteri E.coli

E.coli dapat menimbulkan pneumonia, endokarditis, infeksi pada luka dan abses pada berbagai organ. Continue reading

ANTIBIOTIK

Antibiotik adalah suatu substansi kimia yang diperoleh dari atau dibentuk oleh berbagai spesies mikroorganisme yang dalam konsentrasi rendah mampu menghambat pertumbuhan mikroorganisme lainnya (Staf Pengajar FKUI, 1994). Menurut Irianto (2007), antibiotika adalah zat yang dihasilkan oleh organisme (mikroorganisme) hidup yang dapat menghambat pertumbuhan mikroorganisme lain, bahkan dapat memusnahkannya.

antibiotik

antibiotik

Antibiotika tersebar di dalam alam dan memegang peranan penting dalam mengatur populasi mikroba dalam tanah, air, limbah dan kompos. Antibiotika ini berbeda dalam susunan kimia dan cara kerjanya. Dari sekian banyak antibiotika yang telah berhasil ditemukan, hanya beberapa saja yang cukup dipakai untuk dapat dipakai dalam pengobatan. Antibiotika yang kini banyak digunakan, kebanyakan diperoleh dari genus Bacillus, Penicillium dan Streptomyces.

Sifat-sifat antibiotik sebaiknya adalah:
Menghambat atau membunuh patogen tanpa merusak host.
Bersifat bakterisid dan bukan bakteriostatik.
Berspektrum luas
Tidak bersifat alergenik atau menimbulkan efek samping bila dipergunakan dalam jangka waktu lama.
Tetap aktif dalam plasma, cairan badan atau eksudat
Larut di dalam air serta stabil
Baktericidal level di dalam tubuh cepat dicapai dan bertahan untuk waktu yang lama.

Beberapa antibiotik yang banyak dipergunakan untuk membunuh/menghambat infeksi mikroorganisme patogen (Kusnadi, 2003) diantaranya adalah: Continue reading

benarkah angin membuatku gila?

a piece of paper

a piece of paper

perutku penuh.
mual dengan angin senyap yang tiba-tiba menyergap
kertas-kertas usangku tergeletak pasrah.

kenapa tak ku biarkan saja matahari membawaku pergi?
menunggu persimpangan yang masih saja bercabang buatku muntah
harusnya aku terbang hari ini,
bukannya duduk saja menanti angin yang tak segera pergi

15 Januari 2009

aku benci malam

aku benci pada malam,
yang tak pernah bosan mengirimkan bayanganmu ke sudut benakku.

aku benci pada angin,
yang selalu mengabarkan kerinduan akan rasa yang pernah ada

tak bisakah fajar datang lebih awal?
hingga malam dan angin segera menguap berganti pagi

penantian ini hanyalah kamuflase kecewa yang tengah beralih rupa
esok atau malam ini samalah jua
karna kamu tidak akan pernah hadir,
meski hanya untuk singgah
13 Januari 2009

langit malam

langit malam

Pembuluh Darah

ternyata tak semudah itu untuk menata hati yang terlanjur terserak. bukannya menjadi utuh lagi, hancur mungkin adalah pilihan yang lebih pasti. akhirnya semua kemungkinan2 itu terbuka lebar tepat di depan mataku. tak ada lagi yang perlu dipertanyakan dari sebuah rasa yang telah mengganjal beberapa bulan terakhir.
kamu hanyalah sisi hati yang memandangku dari kejauhan. tanganku yang tak bosan berupaya menggapai hanya kamu anggap sebuah tarian kebebasan yang baru saja aku peroleh.
ahh, kamu tak pernah tahu. kebimbangan demi kebimbangan ini telah menyeretku menemuimu tadi malam. mempertanyakan kepastian dari keabsurdan yang selalu saja kamu kirimkan ke kamarku. rupanya aku belum diijinkan untuk jatuh cinta lagi. bahkan kepadamu.
cinta masih saja enggan luruh di pembuluh darahku.