Pembuluh Darah

ternyata tak semudah itu untuk menata hati yang terlanjur terserak. bukannya menjadi utuh lagi, hancur mungkin adalah pilihan yang lebih pasti. akhirnya semua kemungkinan2 itu terbuka lebar tepat di depan mataku. tak ada lagi yang perlu dipertanyakan dari sebuah rasa yang telah mengganjal beberapa bulan terakhir.
kamu hanyalah sisi hati yang memandangku dari kejauhan. tanganku yang tak bosan berupaya menggapai hanya kamu anggap sebuah tarian kebebasan yang baru saja aku peroleh.
ahh, kamu tak pernah tahu. kebimbangan demi kebimbangan ini telah menyeretku menemuimu tadi malam. mempertanyakan kepastian dari keabsurdan yang selalu saja kamu kirimkan ke kamarku. rupanya aku belum diijinkan untuk jatuh cinta lagi. bahkan kepadamu.
cinta masih saja enggan luruh di pembuluh darahku.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s