Archive | March 2009

ANTARA RUANG DAN WAKTU

Sesaat kupandangi wajah pias di depanku. Alfin. Ku buang mukaku setelah beberapa detik mata kami beradu. Dan aku kembali melarutkan diri dalam tumpukan buku-buku dan laporan praktikum. Dari sudut mata aku melihat dia masih memperhatikanku. Aku jadi risih dipandangi seperti itu.

ruang

ruang


Apa maksudmu menemuiku disini, Fin? Kenapa kamu tiba-tiba datang justru di saat aku ingin melupakanmu?!
Aku membatin kesal sekaligus resah.
Apa Alfin akan memintaku untuk kembali?
Sore itu perpustakaan cukup sepi. Aku sedang mengerjakan laporan praktikumku di salah satu sudut perpus ketika laki-laki itu tiba-tiba datang dan duduk tepat di depanku. Hanya meja yang membatasi kami berdua. Bukan lagi ruang, bukan lagi waktu.
”Ta…” akhirnya laki-laki di depanku itu buka suara setelah beberapa saat lamanya waktu berlalu tanpa suara. Dia memanggil namaku.
Sunyi. Kami sama-sama terdiam, larut dalam pikiran masing-masing.
”Kamu baik-baik saja kan?” tanyanya kemudian. Aku masih asyik dengan buku-bukuku. Pura-pura tidak mendengar.
Baik-baik saja katamu? Setelah hampir 4 tahun aku nunggu kamu, menyimpan cinta dan setiaku dengan harapan kamu akan datang kembali menepati janjimu. Kamu menghilang begitu saja, dan aku terluka. Dan sekarang kamu seenaknya saja bilang aku baik-baik saja? Kamu keterlaluan, Fin! Continue reading

Kehidupan Mikroorganisme dalam Air

Air merupakan komponen esensial bagi kehidupan jasad hidup. Akan tetapi dapat juga merupakan suatu substansia yang membawa malapetaka, karena air dapat membawa mikroorganisme patogen dan zat-zat kimia yang bersifat racun (Tarigan, 1988).

Faktor-faktor biotis (dalam hal ini mikroba) yang terdapat di dalam air,
menurut Suriawiria (1985) terdiri dari:
1.Bakteri
2.Fungi (jamur)
3.Mikroalga
4.Protozoa
5.Virus

Menurut Dwidjoseputro (1989), air tanah mangandung zat-zat anorganik maupun zat-zat organic yang merupakan tempat yang baik bagi pertumbuhan dan perkembangan mikroorganisme (kehidupan mikroorganisme). Mikroorganisme yang autotrof merupakan penghuni pertama dalam air yang mangandung zat-zat anorganik. Sel-sel yang mati merupakan bahan organic yang memungkinkan kehidupan mikroorganisme yang heterotrof. Temperatur juga ikut menentukan populasi mikroorganisme di dalam air. Pada temperature sekitar 30oC merupakan temperatur yang baik bagi kehidupan bakteri pathogen yang berasal dari hewan maupun manusia. Sinar matahari (terutama sinar ultraviolet) memang dapat mematikan bakteri, akan tetapi daya tembus sinar ultraviolet ke dalam air tidak maksimal. Air yang berarus deras kurang baik bagi kehidupan bakteri. Hal ini berkaitan dengan tidak maksimalnya perkembangbiakan bakteri, karena kebanyakan bakteri memerlukan media/substrat yang tenang untuk perkembangbiakannya (Dwijoseputro, 1989).

Air sumur pada umumnya lebih bersih daripada air permukaan, karena air yang merembes ke dalam tanah itu telah difiltrasi (disaring) oleh lapisan tanah yang dilewatinya, namun kebersihan air secara kasat mata belum tentu mengindikasikan terbebasnya air tersebut dari kontaminasi bakteri, Continue reading

Antagonisme Antar Bakteri

Dalam suatu lingkungan yang kompleks yang berisi berbagai macam organisme. Aktivitas metabolisme suatu organisme akan berpengaruh terhadap lingkungannya. Mikroorganisme seperti halnya organisme lain yang berada dalam lingkungan yang kompleks senantiasa berhubungan baik dengan pengaruh faktor biotik dan faktor biotik. Sedikit sekali suatu mikroorganisme yang hidup di alam mampu hidup secara individual. Hubungan mikroorganisme dapat terjadi baik dengan sesama mikroorganisme, hewan ataupun dengan tumbuhan. Hubungan ini membentuk suatu pola interaksi yang spesifik yang dikenal dengan simbiosis ( Kusnadi, 2003)

Interaksi antar mikroorganisme yang menempati suatu habitat yang sama akan memberikan pengaruh positif, saling menguntungkan dan pengaruh negatif, saling merugikan dan netral, tidak ada pengaruh yang berarti (Kusnadi, 2003). Beberapa macam hubungan antar spesies bakteri di alam antara lain komensalisme, mutualisme serta antagonisme atau amensalisme. Continue reading

UJI KUALITAS MAKANAN

Metode hitungan cawan adalah salah satu metode yang dapat digunakan untuk menguji kualitas makanan. Metode hitungan cawan merupakan metode yang paling sensitif untuk menentukan jasad renik, dengan prinsip jika sel jasad renik yang masih hidup ditumbuhkan pada medium agar maka sel jasad renik tersebut akan berkembang biak dan membentuk koloni yang dapat dilihat langsung dan dihitung tanpa menggunakan mikroskop (Fardiaz, 1992)
Keuntungan menggunakan metode hitungan cawan dalam menghitung jumlah koloni pada medium agar adalah sebagai berikut:
1)hanya sel yang masih hidup yang dihitung
2)beberapa jenis jasad renik dapat dihitung secara langsung
3)dapat digunakan untuk isolasi dan identifikasi jasad renik karena koloni yang terbentuk mungkin berasal dari suatu jasad renik yang mempunyai penampakan pertumbuhan spesifik.
Selain keuntungan yang dimiliki seperti tersebut di atas, metode hitungan cawan juga memiliki kelemahan seperti yang termuat dalam Fardiaz (1992), yaitu:
1)hasil perhitungan tidak menunjukkan jumlah sel yang sebenarnya karena beberapa sel yang berdekatan mungkin membentuk satu koloni
2)medium dan kondisi inkubasi yang berbeda mungkin menghasilkan nilai yang berbeda
3)jasad renik yang ditumbuhkan harus dapat tumbuh pada medium padat dan membentuk koloni yang nampak dan jelas, tidak menyebar.
4)memerlukan persiapan dan waktu inkubasi relatif lama sehingga pertumbuhan koloni dapat dihitung.

post by: Mawar Pratiwi

PadI @Clas Karnaval SCTV Sidoarjo

tanggal 6 Maret kemarin, PadI jadi pengisi acara di Clas Karnaval SCTV.

padi

padi

jauh2 hari, Rizky (SP Malang) udah menghubungi aku n ngajak untuk nonton bareng. gak pa-pa deh agak jauh, lagian kan belum tentu PadI dalam waktu dekat konser di Malang.
sebenernya aku pingin banget berangkat. pas diajakin gitu, seneng banget coz ada temennya. tapi…aku masih belum yakin mau kesana. bahkan sampai H-1 aku masih aja bingung.
banyak pertimbangan sebenernya, pertama gak ada tempat nginep, gak kenal sama medan Sidoarjo, acaranya malem, apalagi besok paginya harus masuk PPL, belum lagi acanya tu kan gratis jadi otomatis penontonnya bakal membludak. duhh…jadi gak berani nekad deh. dan akhirnya aku bilang ke rizky kalo aku gak ikut berangkat. dengan sangat amat terpaksa lah. habisnya mau gimana lagi?
tapi rizky tetep nekad berangkat. jam setengah 4 sore dia cabut dari malang naik kereta. pas maghrib dia bilang kalo uda nyampe venue. huhuhu..jadi mupeng deh.
ahhh…tapi rupanya nasib baik masih berpihak padaku. sms2 yang aku terima selanjutnya dari rizky mengabarkan kalo suasana di venue uda amat sangat panas, bahkan sampai ada yang tonjok2an. rizky aja sampai minggir banget, gak berani ke tengah. penonton juga desek2an, bahkan rizky bilang pas PadI nyanyi Mahadewi dia cuma bisa ngeliat atap stage tok. fiuuuhhh…slamet…slamet…gak jd berangkat.
setelah itu aku gak berhenti untuk kontak sama risky, takut terjadi apa2 sama tu anak. dia bilang lagi kalo mas Panji (SP surabaya) mau ngusahakan dia masuk backstage. tapi ternyata sama securitynya dipersulit. alhasil dia keluar dari venue dan mengikhlaskan untuk gak ketemu sama mas2 PadI. tapi mas Panji masih ngasih harapan: ntar sepulang konser bisa ketemu di hotel. tapi lagi-lagi, nasib baik belum berpihak.
malam itu rizky nginep di warnet. paginya, jam 8 dia sms bilang kalo uda nyampe malang.
duhhh…untung aku gak jadi ikut. coba kalo ikut, uda nangis kali aku di dalam venue.

NANTIKAN KU DI BATAS WAKTU

…….kalau memang kau pilihkan aku
tunggu sampai aku datang
nanti ku bawa kau pergi ke syurga abadi
kini belumlah saatnya aku membalas cintamu
nantikan ku di batas waktu…

jalan
semua orang tau, menunggu adalah sebuah pekerjaan yang teramat sangat membosankan. apalagi jika yang ditunggu adalah hal yang belum pasti. menunggu, bagiku tetap saja sebagai suatu terali yang memenjarakan kebebasanku, bahkan untuk 1 hal: MENIKAH
memang bukan hal yang mudah untuk memutuskan kapan dan dengan siapa separuh agama itu kita sempurnakan. dan menunggu saat itu tiba, ternyata bukan pekerjaan gampang. bahkan ketika satu hati telah siap menawarkan ruang, bimbang itu selalu saja datang.
nantikanku di batas waktu adalah jawaban yang paling tepat. meskipun ternyata menyimpan janji itu amat sangat menyiksa. sebuah penantian yang belum pasti kapan akan berakhir. sebuah janji yang pada akhirnya belum tentu bisa ditagih.
kenapa aku selalu saja harus menunggu?

menunggu…
menunggu…
menunggu…
ternyata menyakitkan.

post by: Mawar Pratiwi

Mikroorganisme dalam Bahan Makanan

Bahan makanan merupakan salah satu tempat yang paling memungkinkan bagi pertumbuhan mikroorganisme. Irianto (2007) menyebutkan beberapa alasan yang mendasari pentingnya mikroorganisme dalam bahan makanan, yaitu:

makanan

makanan


1) Adanya mikroorganisme, terutama jumlah dan macamnya dapat menentukan taraf mutu bahan makanan.
2) Mikroorganisme tersebut dapat menyebabkan kerusakan bahan makanan
3) Beberapa jenis mikroorganisme tertentu dapat digunakan untuk membuat produk-produk makanan khusus.
4) Mikroorganisme dapat digunakan sebagai makanan atau makanan tambahan bagi manusia dan hewan.
5) Beberapa penyakit dapat berasal dari makanan.

Mikroba Patogen pada Makanan
Bahan makanan, selain merupakan sumber gizi bagi manusia, juga merupakan sumber makanan bagi mikroorganisme. Pada umumnya bahan makanan merupakan media yang baik bagi pertumbuhan mikroorganisme. Continue reading