Archive | March 9, 2009

UJI KUALITAS MAKANAN

Metode hitungan cawan adalah salah satu metode yang dapat digunakan untuk menguji kualitas makanan. Metode hitungan cawan merupakan metode yang paling sensitif untuk menentukan jasad renik, dengan prinsip jika sel jasad renik yang masih hidup ditumbuhkan pada medium agar maka sel jasad renik tersebut akan berkembang biak dan membentuk koloni yang dapat dilihat langsung dan dihitung tanpa menggunakan mikroskop (Fardiaz, 1992)
Keuntungan menggunakan metode hitungan cawan dalam menghitung jumlah koloni pada medium agar adalah sebagai berikut:
1)hanya sel yang masih hidup yang dihitung
2)beberapa jenis jasad renik dapat dihitung secara langsung
3)dapat digunakan untuk isolasi dan identifikasi jasad renik karena koloni yang terbentuk mungkin berasal dari suatu jasad renik yang mempunyai penampakan pertumbuhan spesifik.
Selain keuntungan yang dimiliki seperti tersebut di atas, metode hitungan cawan juga memiliki kelemahan seperti yang termuat dalam Fardiaz (1992), yaitu:
1)hasil perhitungan tidak menunjukkan jumlah sel yang sebenarnya karena beberapa sel yang berdekatan mungkin membentuk satu koloni
2)medium dan kondisi inkubasi yang berbeda mungkin menghasilkan nilai yang berbeda
3)jasad renik yang ditumbuhkan harus dapat tumbuh pada medium padat dan membentuk koloni yang nampak dan jelas, tidak menyebar.
4)memerlukan persiapan dan waktu inkubasi relatif lama sehingga pertumbuhan koloni dapat dihitung.

post by: Mawar Pratiwi

PadI @Clas Karnaval SCTV Sidoarjo

tanggal 6 Maret kemarin, PadI jadi pengisi acara di Clas Karnaval SCTV.

padi

padi

jauh2 hari, Rizky (SP Malang) udah menghubungi aku n ngajak untuk nonton bareng. gak pa-pa deh agak jauh, lagian kan belum tentu PadI dalam waktu dekat konser di Malang.
sebenernya aku pingin banget berangkat. pas diajakin gitu, seneng banget coz ada temennya. tapi…aku masih belum yakin mau kesana. bahkan sampai H-1 aku masih aja bingung.
banyak pertimbangan sebenernya, pertama gak ada tempat nginep, gak kenal sama medan Sidoarjo, acaranya malem, apalagi besok paginya harus masuk PPL, belum lagi acanya tu kan gratis jadi otomatis penontonnya bakal membludak. duhh…jadi gak berani nekad deh. dan akhirnya aku bilang ke rizky kalo aku gak ikut berangkat. dengan sangat amat terpaksa lah. habisnya mau gimana lagi?
tapi rizky tetep nekad berangkat. jam setengah 4 sore dia cabut dari malang naik kereta. pas maghrib dia bilang kalo uda nyampe venue. huhuhu..jadi mupeng deh.
ahhh…tapi rupanya nasib baik masih berpihak padaku. sms2 yang aku terima selanjutnya dari rizky mengabarkan kalo suasana di venue uda amat sangat panas, bahkan sampai ada yang tonjok2an. rizky aja sampai minggir banget, gak berani ke tengah. penonton juga desek2an, bahkan rizky bilang pas PadI nyanyi Mahadewi dia cuma bisa ngeliat atap stage tok. fiuuuhhh…slamet…slamet…gak jd berangkat.
setelah itu aku gak berhenti untuk kontak sama risky, takut terjadi apa2 sama tu anak. dia bilang lagi kalo mas Panji (SP surabaya) mau ngusahakan dia masuk backstage. tapi ternyata sama securitynya dipersulit. alhasil dia keluar dari venue dan mengikhlaskan untuk gak ketemu sama mas2 PadI. tapi mas Panji masih ngasih harapan: ntar sepulang konser bisa ketemu di hotel. tapi lagi-lagi, nasib baik belum berpihak.
malam itu rizky nginep di warnet. paginya, jam 8 dia sms bilang kalo uda nyampe malang.
duhhh…untung aku gak jadi ikut. coba kalo ikut, uda nangis kali aku di dalam venue.

NANTIKAN KU DI BATAS WAKTU

…….kalau memang kau pilihkan aku
tunggu sampai aku datang
nanti ku bawa kau pergi ke syurga abadi
kini belumlah saatnya aku membalas cintamu
nantikan ku di batas waktu…

jalan
semua orang tau, menunggu adalah sebuah pekerjaan yang teramat sangat membosankan. apalagi jika yang ditunggu adalah hal yang belum pasti. menunggu, bagiku tetap saja sebagai suatu terali yang memenjarakan kebebasanku, bahkan untuk 1 hal: MENIKAH
memang bukan hal yang mudah untuk memutuskan kapan dan dengan siapa separuh agama itu kita sempurnakan. dan menunggu saat itu tiba, ternyata bukan pekerjaan gampang. bahkan ketika satu hati telah siap menawarkan ruang, bimbang itu selalu saja datang.
nantikanku di batas waktu adalah jawaban yang paling tepat. meskipun ternyata menyimpan janji itu amat sangat menyiksa. sebuah penantian yang belum pasti kapan akan berakhir. sebuah janji yang pada akhirnya belum tentu bisa ditagih.
kenapa aku selalu saja harus menunggu?

menunggu…
menunggu…
menunggu…
ternyata menyakitkan.

post by: Mawar Pratiwi