Archive | March 15, 2009

ANTARA RUANG DAN WAKTU

Sesaat kupandangi wajah pias di depanku. Alfin. Ku buang mukaku setelah beberapa detik mata kami beradu. Dan aku kembali melarutkan diri dalam tumpukan buku-buku dan laporan praktikum. Dari sudut mata aku melihat dia masih memperhatikanku. Aku jadi risih dipandangi seperti itu.

ruang

ruang


Apa maksudmu menemuiku disini, Fin? Kenapa kamu tiba-tiba datang justru di saat aku ingin melupakanmu?!
Aku membatin kesal sekaligus resah.
Apa Alfin akan memintaku untuk kembali?
Sore itu perpustakaan cukup sepi. Aku sedang mengerjakan laporan praktikumku di salah satu sudut perpus ketika laki-laki itu tiba-tiba datang dan duduk tepat di depanku. Hanya meja yang membatasi kami berdua. Bukan lagi ruang, bukan lagi waktu.
”Ta…” akhirnya laki-laki di depanku itu buka suara setelah beberapa saat lamanya waktu berlalu tanpa suara. Dia memanggil namaku.
Sunyi. Kami sama-sama terdiam, larut dalam pikiran masing-masing.
”Kamu baik-baik saja kan?” tanyanya kemudian. Aku masih asyik dengan buku-bukuku. Pura-pura tidak mendengar.
Baik-baik saja katamu? Setelah hampir 4 tahun aku nunggu kamu, menyimpan cinta dan setiaku dengan harapan kamu akan datang kembali menepati janjimu. Kamu menghilang begitu saja, dan aku terluka. Dan sekarang kamu seenaknya saja bilang aku baik-baik saja? Kamu keterlaluan, Fin! Continue reading

Kehidupan Mikroorganisme dalam Air

Air merupakan komponen esensial bagi kehidupan jasad hidup. Akan tetapi dapat juga merupakan suatu substansia yang membawa malapetaka, karena air dapat membawa mikroorganisme patogen dan zat-zat kimia yang bersifat racun (Tarigan, 1988).

Faktor-faktor biotis (dalam hal ini mikroba) yang terdapat di dalam air,
menurut Suriawiria (1985) terdiri dari:
1.Bakteri
2.Fungi (jamur)
3.Mikroalga
4.Protozoa
5.Virus

Menurut Dwidjoseputro (1989), air tanah mangandung zat-zat anorganik maupun zat-zat organic yang merupakan tempat yang baik bagi pertumbuhan dan perkembangan mikroorganisme (kehidupan mikroorganisme). Mikroorganisme yang autotrof merupakan penghuni pertama dalam air yang mangandung zat-zat anorganik. Sel-sel yang mati merupakan bahan organic yang memungkinkan kehidupan mikroorganisme yang heterotrof. Temperatur juga ikut menentukan populasi mikroorganisme di dalam air. Pada temperature sekitar 30oC merupakan temperatur yang baik bagi kehidupan bakteri pathogen yang berasal dari hewan maupun manusia. Sinar matahari (terutama sinar ultraviolet) memang dapat mematikan bakteri, akan tetapi daya tembus sinar ultraviolet ke dalam air tidak maksimal. Air yang berarus deras kurang baik bagi kehidupan bakteri. Hal ini berkaitan dengan tidak maksimalnya perkembangbiakan bakteri, karena kebanyakan bakteri memerlukan media/substrat yang tenang untuk perkembangbiakannya (Dwijoseputro, 1989).

Air sumur pada umumnya lebih bersih daripada air permukaan, karena air yang merembes ke dalam tanah itu telah difiltrasi (disaring) oleh lapisan tanah yang dilewatinya, namun kebersihan air secara kasat mata belum tentu mengindikasikan terbebasnya air tersebut dari kontaminasi bakteri, Continue reading

Antagonisme Antar Bakteri

Dalam suatu lingkungan yang kompleks yang berisi berbagai macam organisme. Aktivitas metabolisme suatu organisme akan berpengaruh terhadap lingkungannya. Mikroorganisme seperti halnya organisme lain yang berada dalam lingkungan yang kompleks senantiasa berhubungan baik dengan pengaruh faktor biotik dan faktor biotik. Sedikit sekali suatu mikroorganisme yang hidup di alam mampu hidup secara individual. Hubungan mikroorganisme dapat terjadi baik dengan sesama mikroorganisme, hewan ataupun dengan tumbuhan. Hubungan ini membentuk suatu pola interaksi yang spesifik yang dikenal dengan simbiosis ( Kusnadi, 2003)

Interaksi antar mikroorganisme yang menempati suatu habitat yang sama akan memberikan pengaruh positif, saling menguntungkan dan pengaruh negatif, saling merugikan dan netral, tidak ada pengaruh yang berarti (Kusnadi, 2003). Beberapa macam hubungan antar spesies bakteri di alam antara lain komensalisme, mutualisme serta antagonisme atau amensalisme. Continue reading