Archive | September 2014

MATI SURI

kamu yang paling tahu kemana harus kularikan rindu ini

menderu-deru menjadi jemu

menghantam barisan otak kiriku

telak.

aku rindu kamu

yang sama-sama pernah mencintai sebulat merah saga

selalu kutunggu hadirmu disini

menyelamatkan otak kananku yang mulai mati suri

tak mengapa datanglah sebentar saja

sebelum benar-benar mati.

PULANG

Ku tawarkan hatiku
meski hanya tersisa sedikit celah saja
semoga mampu menjadi tempat yang layak untukmu bersandar
meredakan lelah, menampung seluruh kesah

Kadang hidup ini memang tak semudah yang kita bayangkan
berkejaran dengan waktu sering memaksa kita untuk sejenak berhenti
bukan karena kalah, ataupun menyerah
tapi menyiapkan langkah untuk berlari lebih jauh lagi

Dan hatiku akan tetap disini
Menyaksikanmu berlari mengejar mimpi demi mimpi
Terus berlarilah, meski dunia tak selalu ramah
Jika nanti penat kembali datang
kau tahu kemana arah untuk melangkah
sebab selalu ada hati untukmu pulang.

rini14

Lumajang, 27 September 2014

KEKASIH MALAM

Ada yang tak mampu diwakilkan kata,

bahkan satu huruf saja

Tentang rasa yang berusaha kupendam dalam-dalam

Tentang rindu membeku yang sengaja enggan kucairkan

Tentang kamu,

sebentuk hati yang tiba-tiba datang saat senja pergi

Kamu hadir di dinginnya malam saat bulan mengunjungiku

Menyelinap malu-malu sambil mengantarkan sejumput mimpi

yang kini  meracuniku,

membuatku candu akan kamu

Dan aku menahanmu disini,

membersamaiku menghabiskan malam-malam sepi

Berdua saja, kita..

menulis mimpi-mimpi sebelum pagi datang dan merenggutnya nanti

kerudung-malam1

Jika saja boleh ku meminta,

tak ku harap pagi segera tiba

Biarlah satu putaran bumi ini menjadi malam saja

Atau jika tidak,

biar kuminta bulan untuk hadir lebih lama

Sebab aku masih merindu,

rindu bercumbu dengan kekasih malamku.

Lumajang, 21 September 2014

‘ketika sepi menemukan cintanya’