Archives

TOGA

Tanaman obat keluarga (disingkat TOGA) adalah tanaman hasil budidaya rumahan yang berkhasiat sebagai obat. Taman obat keluarga pada hakekatnya adalah sebidang tanah, baik di halaman rumah, kebun ataupun ladang yang digunakan untuk membudidayakan tanaman yang berkhasiat sebagai obat dalam rangka memenuhi keperluan keluarga akan obat-obatan. Kebun tanaman obat atau bahan obat dan selanjutnya dapat disalurkan kepada masyarakat, khususnya obat yang berasal dari tumbuh-tumbuhan. Budidaya tanaman obat untuk keluarga (TOGA) dapat memacu usaha kecil dan menengah di bidang obat-obatan herbal sekalipun dilakukan secara individual. Setiap keluarga dapat membudidayakan tanaman obat secara mandiri dan memanfaatkannya, sehingga akan terwujud prinsip kemandirian dalam pengobatan keluarga.

Tanaman obat keluarga yang memiliki banyak manfaat akan lebih diminati oleh masyarakat jika dikemas dalam bentuk yang sesuai dengan selera konsumen. Saat ini terdapat kecenderungan konsumen untuk mengonsumsi produk yang cepat dan mudah disajikan. Salah satu produk yang paling digemari oleh masyarakat adalah produk-produk dalam bentuk effervescent seperti beberapa merk di pasaran, misalnya Extra Joss, Hemaviton Jreng, CDR, Jess Cool, dan sebagainya.
Minuman dalam bentuk effervescent banyak digemari oleh masyarakat karena praktis, cepat larut dalam air, memberikan larutan yang jernih, dan memberikan efek sparkle (seperti rasa minum soda), serta bisa menutupi rasa obat atau zat dari bahan utama.
Effervescent didefinisikan sebagai bentuk sediaan yang menghasilkan gelembung gas sebagai hasil reaksi kimia dalam larutan. Gas yang dihasilkan umumnya adalah karbondioksida (CO2).
Bahan baku pembuatan effervescent berasal dari tanaman atau buah yang mempunyai khasiat sebagai obat atau makanan serta minuman fungsional, seperti mengkudu, jahe, dan kunyit serta tanaman obat keluarga lainnya. Selain bahan baku juga digunakan bahan tambahan seperti sodium bikarbonat, aspartame, dan dekstrin.

BAHAN BAKU
1. Tanaman mengkudu
Tanaman ini termasuk dalam family Rubiaceae yang dapat tumbuh baik di tempat terbuka dan terkena matahari secara langsung. Buahnya berbiji banyak dan rasanya pahit. Kecuali sebagai obat, mengkudu jarang dimakan.
Daun mengkudu sering digunakan sebagai sayuran, dan cairan buahnya digunakan untuk obat tekanan darah tinggi. Daun mudanya biasanya dikukus atau direbus dan dimakan sebagai lalap, buah setengah matang dirujak dan buah yang matang untuk membersihkan karat pada logam. Tanaman ini juga digunakan untuk meningkatkan kekuatan tulang, pembersih darah, peluruh kencing, peluruh haid, pelembut kulit, obat batuk, obat cacing, pencahar, dan antiseptic.
Zat yang berkhasiat pada mengkudu adalah xeronine, yang jika dikonsumsi pada perut yang penuh khasiatnya akan menurun karena pepsin dan asam lambung akan merusak enzim yang memecah xeronine. Oleh karena itu untuk pengobatan sebaiknya dikonsumsi ketika perut kosong.
2. Tanaman jahe
Tanaman jahe termasuk dalam family Zingiberaceae. Lahan yang cocok untuk tanaman jahe adalah bertanah gembur, subur, dan berhumus. Tanaman jahe tidak menyukai tanah yang tergenang air.
Jahe banyak dimanfaatkan sebagai bahan penyedap makanan, minuman, dan obat-obatan atau jamu. Beberapa fungsi dalam menyembuhkan penyakit, antara lain:
a. Mencegah dan mengatasi diabetes jika ditambah dengan labu kuning
b. Mencegah rematik jantung jika ditambah dengan kulit pisang
c. Mengatasi batuk dan bronchitis jika ditambah buah pir dan kulit jeruk
d. Mengatasi sesak nafas dan asma jika ditambah lobak putih dan madu
e. Menghaluskan dan meremajakan kulit jika ditambah dengan taoge dan seledri
f. Mengatasi sakit kepala dan migraine jika ditambah dengan madu
3. Tanaman kunyit
Tanaman ini termasuk dalam family Zingiberaceae. Warna kuning oranye rimpang kunyit adalah akibat adanya minya atsiri curcumin oil. Di Indonesia, pemanfaatan kunyit sudah mendarah daging di seluruh lapisan masyarakat. Kunyit digunakan sebagai jamu untuk gangguan perut, menghilangkan bau badan dan amis, serta untuk pembuatan nasi kuning. Kunyit dianggap mujarab sebagai obat sakit dada dan perut, sakit pada saat haid, luka-luka, dan borok, juga efektif menyembuhkan haid tidak teratur, melancarkan aliran darah, serta melarutkan gumpalan darah.

BAHAN TAMBAHAN
1. Asam Sitrat
Asam sitrat adalah asam tribasik hidroksi yang berbentuk granula atau bubuk putih, tidak berbau, dan berfungsi sebagai pemberi rasa asam serta cepat larut.
2. Sodium bikarbonat
Sodium bikarbonat merupakan serbuk Kristal berwarna putih yang memiliki rasa asin dan mampu menghasilkan karbondioksida. Sodium bikarbonat sering disebut juga dengan soda kue atau baking powder. Baking powder merupakan campuran antara sejumlah soda dan pati yang memisahkannya sehingga mencegah reaksi selama penyimpanan. Soda akan terlarut dalam larutan dingin dan asam secara cepat dan segera melepaskan CO2 dari soda.
3. Aspartam
Senyawa ini mudah terlarut dalam air dan sedikit terlarut dalam alcohol dan tidak larut lemak atau minyak, dan berfungsi sebagai pemanis. Pemanis buatan ini seringkali digunakan untuk konsumen yang melakukan diet karena kegemukan atau diabetes karena kandungan kalorinya rendah dan tidak menyebabkan kelainan gigi seperti karies.
4. Tween 80
Senyawa ini berfungsi sebagai pengemulsi minyak dalam air sekaligus pendorong pembentukan foam atau busa.
5. Dekstrin
Dekstrin adalah golongan karbohidrat yang mudah larut dalam air, lebih cepat terdispersi, tidak kental serta lebih stabil dibandingkan pati. Merupakan bahan filler (pengisi) karena dapat meningkatkan berat produk dalam bentuk bubuk.
6. Sukrosa
Merupakan gula pasir yang merupakan bahan pemanis dalam jumlah yang banyak.

Proses pembuatan ekstrak kering
1. Ekstrak kering mengkudu
Bahan:

Buah mengkudu : 1 kg
Air : 0,5 liter
Dekstrin : 40 g
Asam sitrat : 7 g
Aspartam : 4,2 g
Sodium bikarbonat : 7 g
Gula halus : 5,4 g
a. Buah mengkudu yang sudah masak dicuci, dipotong kecil-kecil dan diblender dengan ditambahkan sedikit air
b. Hasil pemblenderan disaring menggunakan kain saring untuk memisahkan antara sari buah dengan ampasnya
c. Sari buah hasil penyaringan dicampur dekstrin dan diaduk secara merata
d. Sari buah dituang tipis-tipis pada loyang yang sudah dialasi plastik.
e. Loyang dimasukkan ke dalam rak pengering dengan suhu 50-600C selama 6-7 jam
f. Lembaran-lembaran tipis ekstrak kering mengkudu yang sudah dihasilkan dihancurkan dengan blender kering, kemudian diayak sehingga dihasilkan bubuk instan yang halus.

2. Esktrak kering jahe
Bahan:

Jahe: 100 g
Alcohol 70%: 500 ml
Dekstrin: 21,5 g
Asam sitrat: 9,5 g
Aspartame: 5 g
Sodium bikarbonat: 26 g
Gula halus: 31 g
a. Jahe dicuci, dipotong kecil-kecil, kemudian direndam dalam alcohol selama 3 hari. Selama perendaman, wadah rendaman ditutup rapat agar alcohol tidak menguap.
b. Jahe hasil rendaman beserta alkoholnya diblender sampai halus
c. Hasil pemblenderan disaring menggunakan kain saring untuk memisahkan ekstrak jahe dengan ampas.
d. Ekstrak jahe dicampur dekstrin dan diaduk secara merata menggunakan mixer.
e. Ekstrak jahe dituang tipis-tipis dalam loyang yang sudah dialasi plastik.
f. Loyang dimasukkan dalam rak pengering selama 6-7 jam dengan suhu 50-600C.
g. Lembaran-lembaran tipis ekstrak kering jahe yang sudah dihasilkan dihancurkan dengan blender kering, kemudian diayak sehingga dihasilkan bubuk instan yang halus.

#NB:
Untuk pembuatan tablet, masukkan ekstrak kering (bubuk instan) yang dihasilkan ke dalam mesin pencetak, setelah sebelumnya bubuk instan ditimbang agar ukuran tablet sama.

Kehidupan Mikroorganisme dalam Air

Air merupakan komponen esensial bagi kehidupan jasad hidup. Akan tetapi dapat juga merupakan suatu substansia yang membawa malapetaka, karena air dapat membawa mikroorganisme patogen dan zat-zat kimia yang bersifat racun (Tarigan, 1988).

Faktor-faktor biotis (dalam hal ini mikroba) yang terdapat di dalam air,
menurut Suriawiria (1985) terdiri dari:
1.Bakteri
2.Fungi (jamur)
3.Mikroalga
4.Protozoa
5.Virus

Menurut Dwidjoseputro (1989), air tanah mangandung zat-zat anorganik maupun zat-zat organic yang merupakan tempat yang baik bagi pertumbuhan dan perkembangan mikroorganisme (kehidupan mikroorganisme). Mikroorganisme yang autotrof merupakan penghuni pertama dalam air yang mangandung zat-zat anorganik. Sel-sel yang mati merupakan bahan organic yang memungkinkan kehidupan mikroorganisme yang heterotrof. Temperatur juga ikut menentukan populasi mikroorganisme di dalam air. Pada temperature sekitar 30oC merupakan temperatur yang baik bagi kehidupan bakteri pathogen yang berasal dari hewan maupun manusia. Sinar matahari (terutama sinar ultraviolet) memang dapat mematikan bakteri, akan tetapi daya tembus sinar ultraviolet ke dalam air tidak maksimal. Air yang berarus deras kurang baik bagi kehidupan bakteri. Hal ini berkaitan dengan tidak maksimalnya perkembangbiakan bakteri, karena kebanyakan bakteri memerlukan media/substrat yang tenang untuk perkembangbiakannya (Dwijoseputro, 1989).

Air sumur pada umumnya lebih bersih daripada air permukaan, karena air yang merembes ke dalam tanah itu telah difiltrasi (disaring) oleh lapisan tanah yang dilewatinya, namun kebersihan air secara kasat mata belum tentu mengindikasikan terbebasnya air tersebut dari kontaminasi bakteri, Continue reading

Antagonisme Antar Bakteri

Dalam suatu lingkungan yang kompleks yang berisi berbagai macam organisme. Aktivitas metabolisme suatu organisme akan berpengaruh terhadap lingkungannya. Mikroorganisme seperti halnya organisme lain yang berada dalam lingkungan yang kompleks senantiasa berhubungan baik dengan pengaruh faktor biotik dan faktor biotik. Sedikit sekali suatu mikroorganisme yang hidup di alam mampu hidup secara individual. Hubungan mikroorganisme dapat terjadi baik dengan sesama mikroorganisme, hewan ataupun dengan tumbuhan. Hubungan ini membentuk suatu pola interaksi yang spesifik yang dikenal dengan simbiosis ( Kusnadi, 2003)

Interaksi antar mikroorganisme yang menempati suatu habitat yang sama akan memberikan pengaruh positif, saling menguntungkan dan pengaruh negatif, saling merugikan dan netral, tidak ada pengaruh yang berarti (Kusnadi, 2003). Beberapa macam hubungan antar spesies bakteri di alam antara lain komensalisme, mutualisme serta antagonisme atau amensalisme. Continue reading

UJI KUALITAS MAKANAN

Metode hitungan cawan adalah salah satu metode yang dapat digunakan untuk menguji kualitas makanan. Metode hitungan cawan merupakan metode yang paling sensitif untuk menentukan jasad renik, dengan prinsip jika sel jasad renik yang masih hidup ditumbuhkan pada medium agar maka sel jasad renik tersebut akan berkembang biak dan membentuk koloni yang dapat dilihat langsung dan dihitung tanpa menggunakan mikroskop (Fardiaz, 1992)
Keuntungan menggunakan metode hitungan cawan dalam menghitung jumlah koloni pada medium agar adalah sebagai berikut:
1)hanya sel yang masih hidup yang dihitung
2)beberapa jenis jasad renik dapat dihitung secara langsung
3)dapat digunakan untuk isolasi dan identifikasi jasad renik karena koloni yang terbentuk mungkin berasal dari suatu jasad renik yang mempunyai penampakan pertumbuhan spesifik.
Selain keuntungan yang dimiliki seperti tersebut di atas, metode hitungan cawan juga memiliki kelemahan seperti yang termuat dalam Fardiaz (1992), yaitu:
1)hasil perhitungan tidak menunjukkan jumlah sel yang sebenarnya karena beberapa sel yang berdekatan mungkin membentuk satu koloni
2)medium dan kondisi inkubasi yang berbeda mungkin menghasilkan nilai yang berbeda
3)jasad renik yang ditumbuhkan harus dapat tumbuh pada medium padat dan membentuk koloni yang nampak dan jelas, tidak menyebar.
4)memerlukan persiapan dan waktu inkubasi relatif lama sehingga pertumbuhan koloni dapat dihitung.

post by: Mawar Pratiwi

Mikroorganisme dalam Bahan Makanan

Bahan makanan merupakan salah satu tempat yang paling memungkinkan bagi pertumbuhan mikroorganisme. Irianto (2007) menyebutkan beberapa alasan yang mendasari pentingnya mikroorganisme dalam bahan makanan, yaitu:

makanan

makanan


1) Adanya mikroorganisme, terutama jumlah dan macamnya dapat menentukan taraf mutu bahan makanan.
2) Mikroorganisme tersebut dapat menyebabkan kerusakan bahan makanan
3) Beberapa jenis mikroorganisme tertentu dapat digunakan untuk membuat produk-produk makanan khusus.
4) Mikroorganisme dapat digunakan sebagai makanan atau makanan tambahan bagi manusia dan hewan.
5) Beberapa penyakit dapat berasal dari makanan.

Mikroba Patogen pada Makanan
Bahan makanan, selain merupakan sumber gizi bagi manusia, juga merupakan sumber makanan bagi mikroorganisme. Pada umumnya bahan makanan merupakan media yang baik bagi pertumbuhan mikroorganisme. Continue reading

Penyakit yang Disebabkan oleh Jamur

Jamur merupakan salah satu mikroorganisme penyebab penyakit pada manusia. Penyakit yang disebabkan jamur pada manusia disebut mikosis, yaitu mikosis superficial dan mikosis sistemik. Mikosis superfisial merupakan mikosis yang menyerang kulit, kuku, dan rambut terutama disebabkan oleh 3 genera jamur, yaitu Trichophyton, Microsporum, dan Epidermophyton. Sedangkan mikosis sistemik merupakan mikosis yang menyerang alat-alat dalam, seperti jaringan sub-cutan, paru-paru, ginjal, jantung, mukosa mulut, usus, dan vagina.

Beberapa jenis mikosis superfisial antara lain sebagai berikut.
Tinea capitis
Merupakan infeksi jamur yang menyerang stratum corneum kulit kepala dan rambut kepala, yang disebabkan oleh jamur Mycrosporum dan Trichophyton. Gejalnya adalah rambut yang terkena tampak kusam, mudah patah dan tinggal rambut yang pendek-pendek pada daerah yang botak. Pada infeksi yang berat dapat menyebabkan edematous dan bernanah.

Tinea favosa
Merupakan infeksi pada kulit kepala, kulit badan yang tidak berambut dan kuku. Penyebabnya adalah Trichophyton schoenleinii. Gejalnya berupa bintik-bintik putih pada kulit kepala kemudian membesar membentuk kerak yang berwarna kuning kotor. Kerak ini sangat lengket daln bila diangkat akan meninggalkan luka basah atau bernanah.

Tinea barbae
Merupakan infeksi jamur yang menyerang daerah yang berjanggut dan kulit leher, rambut dan folikel rambut. Penyebabnya adalah Trichophyton mentagrophytes, Trichophyton violaceum, Microsporum cranis.

Dermatophytosis (Tinea pedis, Athele foot)
Merupakan infeksi jamur superfisial yang kronis mengenai kulit terutama kulit di sela-sela jari kaki. Dalam kondisi berat dapat bernanah. Penyebabnya adalah Trichophyton sp.

Tinea cruris
Merupakan infeksi mikosis superfisial yang mengenai paha bagian atas sebelah dalam. Pada kasus yang berat dapat pula mengenai kulit sekitarnya. Penyebabnya adalah Epidermophyton floccosum atau Trichophyton sp.

Tinea versicolor (panu)
Merupakan mikosis superfisial dengan gejala berupa bercak putih kekuning-kuningan disertai rasa gatal, biasanya pada kulit dada, bahu punggung, axilla, leher dan perut bagian atas. Penyebabnya adalah Malassezia furtur.

malassezia furfur

malassezia furfur


Continue reading

Penyakit yang Disebabkan oleh Bakteri

Tanpa pernah kita sadari, hidup kita sehari-hari tidak pernah luput dari incaran mikroorganisme yang tidak terlihat oleh mata telanjang. Mikroorganisme tersebut berseliweran di dekat kita. Beberapa jenis tidak berbahaya, namun beberapa jenis yang lain dapat mengancam kesehatan jika masuk ke dalam tubuh kita. Berikut adalah macam-macam bakteri yang dapat menimbulkan penyakit, antara lain:
Pseudomonas aeruginosa (Pseudomonas pyocyaneus)
Bakteri ini dapat masuk ke jaringan tubuh dan menimbulkan gejala penyakit, seperti infeksi traktus urinarius, infeksi jaringan paru, infeksi kornea. Biasanya infeksi tersebut menimpa penderita diabetes mellitus atau pecandu narkoba. Upaya pencegahan yang paling baik adalah menjaga daya tahan tubuh tetap tinggi dan pada penularan pasien yang dirawat di rumah sakit dapat dilakukan dengan cara kerja yang steril.

Vibrio cholerae
Bakteri ini menyebabkan penyakit cholera asiatica. Gejala penyakit yang ditimbulkan ini berupa nausea, muntah, diare, dan kejang perut. Keadaan ini dapat menyebabkan kejang kematian dalam beberapa jam sampai beberapa hari dari permulaan sakit. Cara penularan melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi bakteri ini. Pengobatan dapat dilakukan dengan mengganti cairan dan elektrolit yang hilang, sedangkan pencegahan dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan makanan dan minuman serta perbaikan sanitasi lingkungan.

Vibrio El Tor
Sifat bakteri ini sama dengan Vibrio cholera.
Spirillium minus (Treponema sodoku)
Bakteri ini menyebabkan penyakit rat-bite-fever (demam karena gigitan tikus), dengan gejala berupa demam yang mendadak, sakit otot, ruam kemerahan pada kulit, sakit kepala, nausea, dan radang kelenjar getah bening regional. pencegahan dilakukan dengan peningkatan sanitasi lingkungan terutama kebersihan rumah sehingga tidak ada tikus.

Escherichia coli
Bakteri ini dapat menyebabkan terjadinya epidemic penyakit-penyakit saluran pencernaan makanan, seperti kolera, tipus, disentri, diare, dan penyakit cacing. bibit penyakit ini berasal dari feses manusia yang menderita penyakit-penyakit tersebut. indicator yang menunjukkan bahwa air rumah tangga sudah dikotori feses adalah dengan adanya E.coli dalam air tersebut, karena dalam feses manusia baik sakit maupun sehat terdapat bakteri ini.

bakteri E.coli

bakteri E.coli

E.coli dapat menimbulkan pneumonia, endokarditis, infeksi pada luka dan abses pada berbagai organ. Continue reading