Tag Archive | ceRpeN

ANTARA RUANG DAN WAKTU

Sesaat kupandangi wajah pias di depanku. Alfin. Ku buang mukaku setelah beberapa detik mata kami beradu. Dan aku kembali melarutkan diri dalam tumpukan buku-buku dan laporan praktikum. Dari sudut mata aku melihat dia masih memperhatikanku. Aku jadi risih dipandangi seperti itu.

ruang

ruang


Apa maksudmu menemuiku disini, Fin? Kenapa kamu tiba-tiba datang justru di saat aku ingin melupakanmu?!
Aku membatin kesal sekaligus resah.
Apa Alfin akan memintaku untuk kembali?
Sore itu perpustakaan cukup sepi. Aku sedang mengerjakan laporan praktikumku di salah satu sudut perpus ketika laki-laki itu tiba-tiba datang dan duduk tepat di depanku. Hanya meja yang membatasi kami berdua. Bukan lagi ruang, bukan lagi waktu.
”Ta…” akhirnya laki-laki di depanku itu buka suara setelah beberapa saat lamanya waktu berlalu tanpa suara. Dia memanggil namaku.
Sunyi. Kami sama-sama terdiam, larut dalam pikiran masing-masing.
”Kamu baik-baik saja kan?” tanyanya kemudian. Aku masih asyik dengan buku-bukuku. Pura-pura tidak mendengar.
Baik-baik saja katamu? Setelah hampir 4 tahun aku nunggu kamu, menyimpan cinta dan setiaku dengan harapan kamu akan datang kembali menepati janjimu. Kamu menghilang begitu saja, dan aku terluka. Dan sekarang kamu seenaknya saja bilang aku baik-baik saja? Kamu keterlaluan, Fin! Continue reading

Advertisements